Nabin wetan yang tepatnya di daerah Purworejo, Candimulyo Magelang adalah tempat tinggal saya yang kedua. Di dusun ini saya bersama sekeluarga tingal untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Dusun Nabin Wetan diketemukan / di bangunĀ  oleh Eyang Banyak Popo, atau dikenal oleh masyarakat sekitar denganĀ  Pangeran Banyak Ngabah, berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh para sesepuh, Eyang Banyak Popo dilahirkan di Kediri, yang kemudian mengabdikan diri di Kerajaan Mataram pada massa Pemerintahan Amangkurat II.

Sumber : Bpk Giyanto, Bagong, Semar

Sejarah Keris

Keris Buddha dan pengaruh India-Tiongkok

Kerajaan-kerajaan awal Indonesia sangat terpengaruh oleh budaya Buddha dan Hindu. Candi di Jawa tengah adalah sumber utama mengenai budaya zaman tersebut. Yang mengejutkan adalah sedikitnya penggunaan keris atau sesuatu yang serupa dengannya. Relief di Borobudur tidak menunjukkan pisau belati yang mirip dengan keris.

Dari penemuan arkeologis banyak ahli yang setuju bahwa proto-keris berbentuk pisau lurus dengan bilah tebal dan lebar. Salah satu keris tipe ini adalah keris milik keluarga Knaud, didapat dari Sri Paku Alam V. Keris ini relief di permukaannya yang berisi epik Ramayana dan terdapat tahun Jawa 1264 (1342 Masehi), meski ada yang meragukan penanggalannya.

Pengaruh kebudayaan Tiongkok mungkin masuk melalui kebudayaan Dongson (Vietnam) yang merupakan penghubung antara kebudayaan Tiongkok dan dunia Melayu. Terdapat keris sajen yang memiliki bentuk gagang manusia sama dengan belati Dongson. Read more…