The Ramayana

King Dasarata, who reigned over the kingdom of Kosala with its capital city of ayodya, hand twice won over his rival, an ogre-giant Rahwana, King of Alengka for the hands of two princesses, Dewi Kusalya and Dewi Kekayi. Unwilling the accept his loss, King Rahwana intended to maka a revenge.

King Dasarata had three sons from his three wives. Dewi Kusalya bore a son named Rama. His other two wives, Dewi Kekayi ang Dewi Sumitra bore Bharata and Lesmana respectively.

Rama, who was an incarnation of wismu, married to Dewi Shinta, who was actually the daughter od Rahwana, but was abducted at birth by his brother, Wibisana. Wibisana created a baby boy from a dark cloud and tricked Rahwana into believeing that this wife had given birth to the child. The boy was later known as Indrajit after he defefated the god Indra. Read more…

Jagad kang wus gumelar:

    daughter of rahwana , dewi kekayi , rahwanas birth , ramayana ogre servant , ramayana wayang-a budayua , tebing pendoworejo , wayang jagad jawa

Alur sungai berbatu khas pegunungan dan sebuah tebing tinggi menjulang menjadi latar belakang elok perhelatan upacara adat warga Desa Pendoworejo, Girimulyo, Kulonprogo. Tradisi Saparan di Bendung Kayangan yang telah menjadi tradisi tahunan turun-temurun ini kembali digelar, baru-baru ini.

Upacara ini dilaksanakan untuk mengenang sekaligus menghargai jasa Mbah Bei Kayangan, yang oleh warga setempat dianggap sebagai cikal bakal Dusun Kayangan. Konon, tokoh ini dipercaya telah membangun bendungan yang saat ini dikenal sebagai Bendung Kayangan. Tradisi merti Bendung Kayangan atau Tradisi Kembul Sewu Dulur Saparan Rebo Pungkasan Bendung Kayangan ini rutin digelar setiap tahun. Dengan waktu pelaksanaan pada hari Rabu terakhir (pungkasan) di bulan Sapar. Read more…

Jagad kang wus gumelar:

    makna merti desa , adat daerah purworejo , tradisi budaya khas kulon progo , saparan dusun merapi , RAPI KULON PROGO , mbah di kulon progo , macam - macam kenduri , latar belakang makanan tradisional , khasiat keris kejawen , kayangan girimulyo , Jembatan kereta api mbeling progo , jathilan mbah bei kayangan , giri merti , budaya memandikan kuda lumping di girimulyo kulon progo , wisata sungai kayangan kulon progo

Pengucapan syukur menjadi sesuatu kuasa yang mampu menghancurkan rasa sedih itu. Barangkali seperti itulah gambaran filosofi ucapan syukur bagi orang Jawa. Mereka mempercayai, kendati sedang tertimpa musibah, masih ada hal-hal positif yang dapat dipetik dan patut disyukuri, hal itu sekaligus menjadi semacam sugesti penenang jiwa.

Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Sebagaimana yang dilakukan warga di lereng Gunung Merapi. Mereka menggelar acara merti dusun dan merti desa, sebagai bentuk rasa syukur karena selamat dari erupsi Gunung Merapi 2010 yang mengeluarkan 150 juta meter kubik material. Read more…

Jagad kang wus gumelar:

    merti desa , merti desa magelang , makalah tentang sedekah 2012 , artikel jowo tentang makanan tradisional kulon progo , pengertian tradisi merti bumi , metri dusun , merti dusun atau desa , merti dusun , mbah makukuh gunung sumbing , makalah merti dusun , makalah merti bumi , macam-macam mertidesa di sleman , latar belakang makalah sedekah , dpp barindo , doa merti dusun , wayang merti desa